Selasa, 22 Oktober 2019

LAPORAN AKHIR PENGAMATAN BAKTERI DAN PREPARASI JAMUR


LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MICROBIOLOGI
MENGAMATI BAKTERI DAN PREPARASI JAMUR DENGAN BANTUAN MEDIA SDA (SABORAUD DEXTROSE AGAR)


OLEH
KELOMPOK 2
1.      Kholifah Wahyu Fitriani         (1351810073)
2.      Anry Arista Pancawati            (1351810087)
3.      Karina Widyastuti                  (1351810129)
4.      Leady Ayu Susanti Permadi   (1351810153)
5.      Widya Risky Saraswati           (1351810135)
6.      Olyvia Diah Anggraeni           (1351810103)
7.      Febrian Rizki Puji Hartono     (1351810105)

AKADEMI FARMASI SURABAYA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme. Mikroorganisme adalah suatu mikroba yang berukuran sangat kecil sehingga apabila melihatnya memerlukan alat bantu agar dapat melihat mikroorganisme tersebut karena apabila hanya dilihat dengan mata telanjang maka tidak akan terlihat sehingga membutuhkan alat bantu untuk melihat mikroba yang berukuran sangat kecil tersebut. Alat yang biasa digunakan adalah mikroskopik.
Mikroorganisme terdiri dari bakteri, virus, golongan fungi, dn protozoa. Di dalam praktikum microbiologi selalu mengutamakan tingkat sterilisasi karena untuk mencegah suatu alat atau media agar tidak terkontaminasi. Oleh karena itu penting sekali dalam mempelajari dan mengenal berbagai alat yang digunakan sebagai praktikum microbiologi baik dari membuat media ataupun mensterilkannya.
      Setelah bakteri di kembang biakan maka selanjutnya adalah bakteri tersebut di amati dengan mengambil sel tunggal bakteri. Dalam wadah akan terdapat banyak bakteri yang disebut sebagai koloni dimana tersusun dari banyak sel bakteri. Sel bakteri yang ban yak (koloni) akan diambil atau dipilih mana yang termasuk sel tunggal dimana dapat di amati dengan melihat totolan (yang menandakan adanya bakteri) yang jauh dari koloni atau yang dia berdiri tunggal kemudian barulah di amati. Pengamatan dilakukan dengan cara pewarnaan dilihat dari segi mikroskopis dan makroskopis serta dengan kebutuhan oksigen (respirasi sel bakteri). Bakteri yang di amati ada 4 Pseudomonas Aeruginosa, Bacillus Subtilis, Staphylococcus Aureus, dan E.Coli.
      Setelah selesai sel bakteri di amati kemudian dilakukan preparasi jamur yang digunakan untuk menumbuhkan jamur disana dan nantinya akan di amati dengan bantuan media SDA. Jamur yang ditumbuhkan dan di kembangkan adalah A. Niger, Penicillium, dan Rhizopus Oryzae.




1.2  Rumusan Masalah
Bagaimana bentuk ke empat bakteri Pseudomonas Aeruginosa, Bacillus Subtilis, Staphylococcus Aureus, dan E.Coli?
Bagaimana cara preparasi jamur dengan mengunakan media SDA?

1.3  Tujuan
1.3.1        Untuk mengetahui bentuk ke empat bakteri Pseudomonas Aeruginosa, Bacillus Subtilis, Staphylococcus Aureus, dan E.Coli.
1.3.2        Untuk mengetahui cara preparasi jamur atau menumbuhkan jamur melalui media SDA.
1.3.3        Untuk mengetahui golongan bakteri gram positif atau gram negative dengan metode pewarnaan bakteri
1.3.4        Untuk mengetahui respirasi sel bakteri dengan mengamati secara aerob dan anaerob

1.4  Manfaat
1.4.1        Praktikan dapat mengenal bentuk ke empat bakteri Pseudomonas Aeruginosa, Bacillus Subtilis, Staphylococcus Aureus, dan E.Coli.
1.4.2        Praktikan mengetahui cara preparasi jamur atau menumbuhkan jamur melalui media SDA.
1.4.3        Praktikan mengenal golongan bakteri yaitu gram positif atau negative dan mengetahui respirasi sel bakteri.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengenalan Bakteri
            Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri gram negatif aerob obligat, berkapsul, mempunyai flagella polar sehingga bakteri ini bersifat motil, berukuran sekitar 0,5-1,0 µm. Bakteri ini tidak menghasilkan spora dan tidak dapat menfermentasikan karbohidrat Pada uji biokimia, bakteri ini menghasilkan dampak positif pada uji indol, Merah Metil, dan Voges-Proskauer Bakteri ini secara luas dapat ditemukan di alam, contohnya di tanah, air, tanaman, dan hewan P. aeruginosa adalah patogen oportunistik Bakteri ini merupakan penyebab utama infeksi pneumonia nosokomial.
Ketika bakteri ini ditumbuhkan pada media yang sesuai, bakteri ini akan menghasilkan pigmen nonfluoresen berwarna kebiruan, piosianin. Beberapa strain Pseudomonas juga mampu menghasilkan pigmen fluoresen berwarna hijau, yaitu pioverdin. bakteri ini juga sering digunakan untuk mendegradasi zat - zat pestisida


            Staphylococcus aureus (S. aureus) adalah bakteri gram positif yang menghasilkan pigmen kuning, bersifat anaerob fakultatif, tidak menghasilkan spora dan tidak motil, umumnya tumbuh berpasangan maupun berkelompok, dengan diameter sekitar 0,8-1,0 µm. S. aureus tumbuh dengan optimum pada suhu 37oC dengan waktu pembelahan 0,47 jam. S. aureus merupakan mikroflora normal manusia. Bakteri ini biasanya terdapat pada saluran pernapasan atas dan kulit. Keberadaan S. aureus pada saluran pernapasan atas dan kulit pada individu jarang menyebabkan penyakit, individu sehat biasanya hanya berperan sebagai karier [1]. Infeksi serius akan terjadi ketika resistensi inang melemah karena adanya perubahan hormon; adanya penyakit, luka, atau perlakuan menggunakan steroid atau obat lain yang memengaruhi imunitas sehingga terjadi pelemahan inang.
Infeksi S. aureus diasosiasikan dengan beberapa kondisi patologi, diantaranya bisul, jerawatpneumoniameningitis, dan arthritits. Sebagian besar penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini memproduksi nanah, oleh karena itu bakteri ini disebut piogenik. S. aureus juga menghasilkan katalase, yaitu enzim yang mengkonversi H2O2 menjadi H2O dan O2, dan koagulase, enzim yang menyebabkan fibrin berkoagulasi dan menggumpal. Koagulase diasosiasikan dengan patogenitas karena penggumpalan fibrin yang disebabkan oleh enzim ini terakumulasi di sekitar bakteri sehingga agen pelindung inang kesulitan mencapai bakteri dan fagositosis terhambat.

            Bacillus subtilis, dikenal juga sebagai hay bacillus or grass bacillus, adalah bakteri Gram-positifkatalase-positif, ditemukan di dalam tanah dan saluran pencernaan ruminansia dan manusia. Sebuah anggota genus BacillusB. subtilis adalah berbentuk batang, dan dapat membentuk endospora pelindung yang keras, memungkinkan untuk mentoleransi kondisi lingkungan yang ekstrim. B. subtilis secara historis telah diklasifikasikan sebagai aerob obligat, meskipun ada bukti bahwa bakteri ini adalah anaerob fakultatifB. subtilis dianggap sebagai bakteri Gram-positif yang dipelajari paling baik dan organisme model untuk mempelajari replikasi kromosom bakteri dan diferensiasi sel. Bakteri ini adalah salah satu bakteri dalam produksi enzim yang disekresikan dan digunakan pada skala industri oleh perusahaan bioteknologi.
            Bacillus subtilis merupakan bakteri Gram-positifberbentuk batang dan katalase-positif. Bakteri ini pada awalnya dinamai Vibrio subtilis oleh Christian Gottfried Ehrenberg, dan dinamai ulang menjadi Bacillus subtilis oleh Ferdinand Cohn pada tahun 1872  (subtilis adalah bahasa Latin untuk 'baik'). Sel B. subtilis biasanya berbentuk batang, dengan panjang sekitar 4-10 mikrometer (μm) dan diameter 0,25-1,0 μm, dengan volume sel sekitar 4,6 fL di fase stasioner. Seperti bakteri lain dari genus BacillusB. subtilis dapat membentuk endospora, untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrim dari suhu dan pengeringan.
 B. subtilis adalah anaerob fakultatif dan telah dianggap sebagai aerob obligat sampai 1998. B. subtilis memiliki banyak flagela, yang memberikan kemampuan untuk bergerak cepat dalam cairan. B. subtilis telah terbukti sangat mudah untuk manipulasi genetik, dan telah banyak diadopsi sebagai organisme model untuk penelitian laboratorium, terutama dari sporulasi, yang merupakan contoh sederhana dari diferensiasi seluler. Dalam hal popularitas sebagai organisme model laboratorium, B. subtilis sering dianggap sebagai ekuivalen Gram-positif dari Escherichia coli, suatu bakteri Gram-negatif yang diteliti secara luas.


            Escherichia coli (biasa disingkat E. coli) adalah salah satu jenis spesies bakteri Gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin. Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein. Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum masak, seperti daging hamburger yang belum matang. 

E. Coli yang tidak berbahaya dapat menguntungkan manusia dengan memproduksi vitamin K2, atau dengan mencegah bakteri lain di dalam usus.
E. coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika. Biasa digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E. coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya. Negara-negara di Eropa sekarang sangat mewaspadai penyebaran bakteri E. coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor sayuran dari luar.





2.2 Karakteristik Gram positif dan Negatif
Berikut ini adalah karakteristik dari bakteri Gram positif dan negative.
Karakteristik
Gram positif
Gram negatif
Dinding sel
Homogen dan tebal (20-80 nm) serta sebagian besar tersusun dari peptidoglikan. Polisakarida lain dan asam teikoat dapat ikut menyusun dinding sel.
Peptidoglikan (2-7 nm) di antara membran dam dan luar, serta adanya membran luar (7-8 nm tebalnya) yang terdii dari lipid, protein, dan lipopolisakarida
Bentuk sel
Bulat, batang atau filamen
Bulat, oval, batang lurus atau melingkar seprti tand koma, heliks atau filamen; beberapa mempunyai selubung atau kapsul
Reproduksi
Pembelahan biner
Pembelahan biner, kadang-kadang pertunasan
Metabolisme
kemoorganoheterotrof
Fototrof, kemolitoautotrof, atau kemoorganoheterotrof
Motilitas
Kebanyakan nonmotil, bila motil tipe flagelanya adalah petritrikus (petritrichous)
Motil atau nonmotil. Bentuk flagela dapat bervariasi-polar,lopotrikus (lophtrichous), petritrikus (petritrichous).
Anggota tubuh (apendase)
Biasanya tidak memiliki apendase
Dapat memiliki pili, fimbriae, tangkai
Endospora
Beberapa grup dapat membentuk endspora
Tidak dapat membentuk endospora

 
2.3 Respirasi Sel Bakteri
            Respirasi sel bakteri di bedakan menjadi 2 yaitu aerob dan anaerob. Aerob memerlukan oksigen dan anaerob tidak memerlukan oksigen. Aerob dan anerob dibedakan menjadi 2 obligatif dan fakultatif. Obligatif bakteri selalu membutuhkan oksigen untuk berkembang biak jika tidak ada oksigen bakteri akan mati. Fakultatif bakteri membutuhkan oksigen untuk hidup dan berkembang biak tetapi jika tidak ada oksigen bakteri akan tetap hidup namun bakteri tidak dapat berkembang biak. Yang menunjukan bakteri aerob adalah dia akan berkumpul di permukaan atas media sedangkan jika bakteri anaerob maka dia akan berkumpul di bagin bawah permukaan.
2.4 Media SDA Untuk Perkembangbiakan Jamur
            Jamur yang di amati adalah jamur A. Niger, Penicillium, Rhizopus Oryzae. Untuk Rhizopus Oryzae kita menggunakan tempe untuk A. Niger dan Penicillium jamur disediakan di laboratorium microbiologi. Untuk perkembangbiakan jamur digunakan media SDA (Saboraud Dextrose Agar). Cara pembuatan sama seperti pembutan media Na dan Nb. Menggunakan kerja aseptis. Di tambahkan dengan pembuatan tempat untuk pertumbuhan jamur yang sudah steril yang didalamnya berisikan cover glass objeck glass dan kawat yang diletakkan menjadi satu kedalam cawan petri dan dibagian bawah cawan petri di beri sedikit air. Untuk keterangan dan pembahasan bagaimana cara preparasi jamur akan di tampilkan di bagian pembahasan yaitu di Bab IV.

 BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
            Waktu pelaksanaan praktikum ini adalah tanggal 17 Oktober 2019 pada pukul 08.00 sampai dengan 11.20. Tempat pelaksanaan praktikum ini adalah di Laboratorium Microbiologi Akademi Farmasi Surabaya.
3.2 Bahan dan Alat
            Bahan yang digunakan adalah media agar SDA, bakteri pseudomonas Aeruginosa, Bacillus Subtilis, Staphylococcus Aureus, dan E.Coli., jamur A. Niger, Penicillium, dan Rhizopus Oryzae. Untuk bakteri yang sudah di biakan di media lalu di amati di mikroskopis. Untuk jamur akan diberikan bibit jamur yang akan di biakan (untuk Rhizopus Oryzae menggunakan media perantara tempe)
            Alat yang digunakan adalah autoclave, oven, cawan petri, tabung reaksi, kawat ose, batang spreader, incubator, LAF, tabung durham, pipet ukur, mikropipet, gelas ukur, beaker glass, dan erlenmeyer.
3.3 Metode Pelaksanaan
            3.3.1 Menyiapkan alat yang dibutuhkan
            3.3.2 Menentukan sel tunggal bakteri
            3.3.3 Melakukan pewarnaan bakteri
            3.3.4 Melakukan pengamatan mikroskopis dan respirasi sel serta makroskopis
            3.3.5 Melakukan preparasi jamur menggunakan media SDA yang telah dibuat dan tidak                        kontam.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Pengamatan Bakteri
      Pengamatan bakteri di ambil dari sel tunggal bakteri yang telah di kembangkan di dalam media. Pangamatan yang akan dilakukan adalah pengamatan makroskopis, mikroskopis dan respirasi.
Untuk makroskopis di amati bentuk bakteri, warna bakteri, dan perhitungan sel bakteri yang tumbuh dalam media. Untuk mikroskopis di amati bentuk bakteri, golongan bakteri melalui alat bantu yaitu microskop. Untuk mikroskopis dilakukan dengan cara melakukan metode pewarnaan bakteri. Tata cara pewarnaan bakteri :
1.      Ambil sel tunggal bakteri yang telah di tentukan
2.      Kemudian letakaan di object glass dan dilakukan apusan
3.      Apusan dilakukan dengan cara sampel yang telah di letakan di object glass diberi aquadest (pengenceran) lalu di apus dengan cover glass dan dikeringkan 60 detik
4.      Setelah itu di tetesi dengan ultraviolet sehingga berwarna ungu dan keringkan selama 60 detik.
5.      Setelah itu ditetesi dengan iodin tetapi pada saat praktikum diganti dengan lugol lalu dikeringkan selama 60 menit
6.      Setelah itu di tetesi dengan alkohol 70 % untuk pencucian dan di keringkan selama 30 detik
7.      Setelah itu di tetesi dengan safranin dan di keringkan selama 60 detik
8.      Kemudian di amati di microskop untuk dapat melihat ke empat bakteri



Berikut ini tabel pengamatan Makroskopis dan Mikroskopis berdasarkan literature :
Pengamatan pada sel bakteri yang berada di cawan petri :
Nama Bakteri
Mikroskopis
Makroskopis
Golongan Gram
Gambar Bakteri
Pseudomonas aeruginosa
Bentuk batang rantai pendek warna pink/ merah

Bentuk batang rantai pendek
Ukuran 0,5-1,0 mikrometer
Suhu optimal 42 derajat celcius
Ph 7,5 Motil, tidak berspora
Gram negatif

Staphyllococcus aerius
Bentuk coccus/ bulat pada mikroskrop tampak seperti buah anggur warna ungu
Bentuk coccus/ bulat pada mikroskrop tampak seperti buah anggur Ukuran 0.8 – 1,0 mikrometer Ph optimal 6 – 7 suhu 37 derajat celcius tidak motil, tidak bersopra
Gram positif

Bacillus Subtilis
Bentuk basil atau batang warna ungu
Bentuk basil/ batang ukuran 1,5 – 4,5 mikrometer elevasi rata tepian tidak beratur
Gram posisitif

E. Coli
Bentuk batang warna pink/ merah
Bentuk batang ukuran panjang 24 m tebal 0,8 mikrometer suhu optimal 37 derajat celcius Ph 7,0 – 7,5 motil, tidak berspora waktu regenerasi 15 – 20 menit.
Gram negatif


Berikut ini tabel respirasi sel berdasarkan literature              :
Pengamatan pada koloni bakteri pada media yang berada di tabung reaksi
Nama Bakteri
Tegak/ Miring
Media
Respirasi
Pseudomonas aeruginosa
Tegak dan Miring
Padat Na
Tegak : Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)
Miring : Koloni bakteri akan berada diatas permukaan media miring (aerob)
Staphyllococcus aerius
Tegak dan Miring
Padat Na
Tegak : Koloni bakteri akan berkumpul didasar permukaan media (anaerob)
Miring : Koloni bakteri akan berada di dasar permukaan yang miring (anaerob)
Bacillus subtilis
Tegak dan Miring
Padat Na
Tegak : Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)
Miring : Koloni bakteri akan berada diatas permukaan media miring (aerob)
E. Coli
Tegak dan Miring
Padat Na
Tegak : Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)
Miring : Koloni bakteri akan berada diatas permukaan media miring (aerob)
Pseudomonas aeruginosa
Tegak
Cair Nb
Tegak : Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)

Staphyllococcus aerius
Tegak
Cair Nb
Tegak : Koloni bakteri akan berkumpul didasar permukaan media (anaerob)

Bacillus subtilis
Tegak
Cair Nb
Tegak : Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)

E. Coli
Tegak
Cair Nb
Tegak : Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)


Berikut ini tabel respirasi sel berdasarkan hasil praktikum :
Pengamatan pada koloni bakteri pada media yang berada di tabung reaksi
Nama Bakteri
Tegak/ Miring
Media
Respirasi
Pseudomonas aeruginosa
Tegak dan Miring
Padat Na
Tegak : Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi di bagian tengah media terdapat bekas tusukan ose sehingga ada beberapa koloni bakteri yang tumbuh disana.
Miring : Koloni bakteri berada pada atas permukaan dan ada warna bakteri yang berbeda atau beberapa yang mengalami kontam.
Staphyllococcus aerius
Tegak dan Miring
Padat Na
Tegak : Dimana yang seharusnya koloni bakteri berada pada dasar permukaan tetapi hasil praktikum koloni bakteri ada yang terdapat di dasar di tengah dan ada juga yang berada di atas permukaan.
Miring : Koloni bakteri berada di dasar permukaan tetapi da juga yang terdapat di atas permukaan
Bacillus subtilis
Tegak dan Miring
Padat Na
Tegak : Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi di bagian tengah media terdapat bekas tusukan ose sehingga ada beberapa koloni bakteri yang tumbuh disana.
Miring : Koloni bakteri berada pada atas permukaan dan ada warna bakteri yang berbeda atau beberapa yang mengalami kontam.
E. Coli
Tegak dan Miring
Padat Na
Tegak : Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi di bagian tengah media terdapat bekas tusukan ose sehingga ada beberapa koloni bakteri yang tumbuh disana.
Miring : Koloni bakteri berada pada atas permukaan dan ada warna bakteri yang berbeda atau beberapa yang mengalami kontam.
Pseudomonas aeruginosa
Teagk
Cair Nb
Tegak : Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi banyak terjadi perubahan warna jadi yang berada diatas tidak koloni bakteri satu saja melainkan banyak bakteri karena terkontam dengan bakteri yang berwarna ungu.

Staphyllococcus aerius
Tegak
Cair Nb
Tegak : Dimana yang seharusnya koloni bakteri berada pada dasar permukaan tetapi hasil praktikum koloni bakteri ada yang terdapat di dasar di tengah dan ada juga yang berada di atas permukaan.
Dengan ada beberapa warna koloni yang berbeda.
Bacillus subtilis
Tegak
Cair Nb
Tegak : Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi banyak terjadi perubahan warna jadi yang berada diatas tidak koloni bakteri satu saja melainkan banyak bakteri karena terkontam dengan bakteri yang berwarna lain.

E. Coli
Tegak
Cair Nb
Tegak : Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi banyak terjadi perubahan warna jadi yang berada diatas tidak koloni bakteri satu saja melainkan banyak bakteri karena terkontam dengan bakteri yang berwarna lain.


Untuk pengamatan bakteri mikroskopis dan makroskopis tidak dilakukan praktikum sehingga hasil praktikum tidak di paparkan karena pada saat pemilihan sel tunggal bakteri tidak dapat ditentukan karena media telah terdiri dari koloni bakteri sehingga tidak dapat melihat sel bakteri tunggal.
Hal lain yang menyebabkan adalah karena terjadi kontaminasi sehingga baktri terdiri dari banyak sel (koloni) sehingga tidak dapat menentukan sel baktri tunggal dan terpaksa tidak ada hasil praktikum dikarenakan tidak mengamati sel bakteri tunggal yang tumbuh pada media.
4.2 Preparasi Media Jamur
            Kelompok kami melakukan praktek preparasi  jamur dengan media yang kita gunakan adalah Sabouraud Dextrose Agar (SDA)
Jamur yang kita gunakan yaitu
1.      Penicillium
2.      Rhizopus
3.      Aspergilus niger




Sebelum melakukan praktek preparasi jamur pastikan ruangan steril
Membersihkan meja terlebih dahulu dengan alcohol
Siapkan cawan petri Pastikan juga cawan petri yg berisi kawat dan objek glass sudah melalui proses sterilisasi sebanyak 3 cawan petri
Siapkan jg alat lainnya seperti kawat ose, Bunsen, dan plastik wrap
Mengambil media yg mau kita gunakan (Sabouraud Dextrose Agar (SDA))
Siapkan jamur yang mau kita gunakan :
1.      Penicillium
2.      Rhizopus
3.      Aspergilus niger
Untuk Rhizopus orisae kita menggunakan jamur dari tempe
Cara :
1.      Potong bentuk kotak” media SDA di dalam cawan petri menggunakan kawat ose
2.      Ambil 2 bagian media SDA
3.      Ambil cawan perti yang berisi kawat dan objek glass , letakkan SDA ke samping kanan dan kiri objek glass . ( 3 cawan petri)
4.      Tutup kembali objek glas , lalu ambil jamur yg mau kita gunakan ( penicillium, rhizopus, dan aspergilus niger).
5.      Ambil jamur sedikit saja, lalu letakkan di atas SDA yg sudah di letakkan di cawan petri yg berisi objek glass. Masing” jamur jg masing” cawan petri
6.      Beri label sesuai jamur yg di letakkan lalu beri plastik wrap


BAB V
KESIMPULAN

            Ke empat bakteri rata-rata berbentuk batang dan bulat. Bakteri yang berbentuk batang adalah bacillus subtilis, E. Coli, Pseudomonas aeruginosa. Untuk bakteri yang berbentuk bulat adalah Staphyllococcus aerius bentuknya bulat seperti anggur. Bakteri gram positif adalah Bacillus subtilis dan Staphyllococcus aerius dimana dapat dilihat dari warna bakteri yang dapat mempertahankan ultraviolet/ berwarna ungu. Untuk bakteri E.Coli dan Pseudomonas aeruginosa termasuk bakteri golongan gram negative dimana warnanya tidak bisa mempertahankan ultra violetnya yang menjadi berwarna pink/ merah
Untuk preparasi jamur menggunakan media SDA seperti pembuatan media Na dan Nb caranya. Kemudian jamur di tumbuhkan ke cawan petri yang berisi air, kawat, object glass, cover glass yang sudah di sterilkan dengan bantuan tumbuh kembang jamur melalui media SDA.












BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
            Wikipedia. (2019). Gram Negatif. Di kutip 22 Oktober 2019 dari Gram Negatif. https://id.wikipedia.org/wiki/Gram-negatif.
            Wikipedia. (2019). Escherichia Coli. Di kutip 22 Oktober 2019 dari Escherichia Coli. https://id.wikipedia.org/wiki/Escherichia_coli.
            Wikipedia. (2019). Bacillus Subtilis. Di kutip tanggal 22 Oktober 2019 dari Bacillus Subtilis. https://id.wikipedia.org/wiki/Bacillus_subtilis#targetText=Bacillus%20subtilis%20merupakan%20bakteri%20Gram,'baik').%20Sel%20B.
            Wikipedia. (2015) Pseudomonas Aeruginosa. Di kutip tanggal 22 Oktober 2019 dari Pseudomonas Aeruginosa. https://id.wikipedia.org/wiki/Pseudomonas_aeruginosa.
            Wikipedia. (3019) Staphyllococcus aerius. Di kutip tanggal 22 Oktober 2019 dari Staphyllococcus aerius. https://id.wikipedia.org/wiki/Staphylococcus_aureus#targetText=Staphylococcus%20aureus%20(S.,1%2C0%20%C2%B5m.%20S.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar