LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MICROBIOLOGI
MENGAMATI BAKTERI DAN PREPARASI JAMUR DENGAN BANTUAN
MEDIA SDA (SABORAUD DEXTROSE AGAR)
OLEH
KELOMPOK 2
1.
Kholifah
Wahyu Fitriani (1351810073)
2.
Anry
Arista Pancawati (1351810087)
3.
Karina
Widyastuti (1351810129)
4.
Leady
Ayu Susanti Permadi (1351810153)
5.
Widya
Risky Saraswati (1351810135)
6.
Olyvia
Diah Anggraeni (1351810103)
7.
Febrian
Rizki Puji Hartono (1351810105)
AKADEMI FARMASI SURABAYA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
mikroorganisme. Mikroorganisme adalah suatu mikroba yang berukuran sangat kecil
sehingga apabila melihatnya memerlukan alat bantu agar dapat melihat
mikroorganisme tersebut karena apabila hanya dilihat dengan mata telanjang maka
tidak akan terlihat sehingga membutuhkan alat bantu untuk melihat mikroba yang
berukuran sangat kecil tersebut. Alat yang biasa digunakan adalah mikroskopik.
Mikroorganisme terdiri dari bakteri, virus, golongan fungi, dn protozoa.
Di dalam praktikum microbiologi selalu mengutamakan tingkat sterilisasi karena
untuk mencegah suatu alat atau media agar tidak terkontaminasi. Oleh karena itu
penting sekali dalam mempelajari dan mengenal berbagai alat yang digunakan
sebagai praktikum microbiologi baik dari membuat media ataupun mensterilkannya.
Setelah bakteri di kembang
biakan maka selanjutnya adalah bakteri tersebut di amati dengan mengambil sel
tunggal bakteri. Dalam wadah akan terdapat banyak bakteri yang disebut sebagai
koloni dimana tersusun dari banyak sel bakteri. Sel bakteri yang ban yak
(koloni) akan diambil atau dipilih mana yang termasuk sel tunggal dimana dapat
di amati dengan melihat totolan (yang menandakan adanya bakteri) yang jauh dari
koloni atau yang dia berdiri tunggal kemudian barulah di amati. Pengamatan
dilakukan dengan cara pewarnaan dilihat dari segi mikroskopis dan makroskopis
serta dengan kebutuhan oksigen (respirasi sel bakteri). Bakteri yang di amati
ada 4 Pseudomonas Aeruginosa, Bacillus Subtilis, Staphylococcus Aureus, dan
E.Coli.
Setelah selesai sel bakteri
di amati kemudian dilakukan preparasi jamur yang digunakan untuk menumbuhkan
jamur disana dan nantinya akan di amati dengan bantuan media SDA. Jamur yang
ditumbuhkan dan di kembangkan adalah A. Niger, Penicillium, dan Rhizopus
Oryzae.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana bentuk ke empat bakteri Pseudomonas Aeruginosa, Bacillus
Subtilis, Staphylococcus Aureus, dan E.Coli?
Bagaimana cara preparasi jamur dengan mengunakan media SDA?
1.3 Tujuan
1.3.1
Untuk
mengetahui bentuk ke empat bakteri Pseudomonas Aeruginosa, Bacillus Subtilis,
Staphylococcus Aureus, dan E.Coli.
1.3.2
Untuk
mengetahui cara preparasi jamur atau menumbuhkan jamur melalui media SDA.
1.3.3
Untuk
mengetahui golongan bakteri gram positif atau gram negative dengan metode
pewarnaan bakteri
1.3.4
Untuk
mengetahui respirasi sel bakteri dengan mengamati secara aerob dan anaerob
1.4 Manfaat
1.4.1
Praktikan
dapat mengenal bentuk ke empat bakteri Pseudomonas Aeruginosa, Bacillus
Subtilis, Staphylococcus Aureus, dan E.Coli.
1.4.2
Praktikan
mengetahui cara preparasi jamur atau menumbuhkan jamur melalui media SDA.
1.4.3
Praktikan
mengenal golongan bakteri yaitu gram positif atau negative dan mengetahui
respirasi sel bakteri.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengenalan Bakteri
Pseudomonas
aeruginosa adalah bakteri gram negatif aerob obligat, berkapsul,
mempunyai flagella polar
sehingga bakteri ini bersifat motil, berukuran sekitar 0,5-1,0 µm. Bakteri
ini tidak menghasilkan spora dan tidak dapat menfermentasikan karbohidrat
Pada uji biokimia, bakteri ini menghasilkan dampak positif pada uji indol, Merah Metil,
dan Voges-Proskauer Bakteri
ini secara luas dapat ditemukan di alam, contohnya di tanah, air, tanaman, dan
hewan P. aeruginosa adalah patogen oportunistik Bakteri ini merupakan penyebab utama
infeksi pneumonia nosokomial.
Ketika bakteri ini
ditumbuhkan pada media yang sesuai, bakteri ini akan menghasilkan pigmen
nonfluoresen berwarna kebiruan, piosianin. Beberapa strain
Pseudomonas juga mampu menghasilkan pigmen fluoresen berwarna hijau,
yaitu pioverdin. bakteri ini
juga sering digunakan untuk mendegradasi zat - zat pestisida
Staphylococcus aureus (S. aureus) adalah bakteri gram positif yang
menghasilkan pigmen kuning, bersifat anaerob fakultatif, tidak
menghasilkan spora dan
tidak motil, umumnya tumbuh berpasangan maupun berkelompok, dengan diameter
sekitar 0,8-1,0 µm. S. aureus tumbuh
dengan optimum pada suhu 37oC dengan waktu pembelahan 0,47 jam. S. aureus merupakan mikroflora normal manusia. Bakteri ini
biasanya terdapat pada saluran pernapasan atas dan kulit. Keberadaan S. aureus pada saluran
pernapasan atas dan kulit pada individu jarang menyebabkan penyakit, individu
sehat biasanya hanya berperan sebagai karier [1].
Infeksi serius akan terjadi ketika resistensi inang melemah karena adanya
perubahan hormon; adanya penyakit, luka, atau perlakuan menggunakan steroid atau
obat lain yang memengaruhi imunitas sehingga terjadi pelemahan inang.
Infeksi S. aureus diasosiasikan dengan
beberapa kondisi patologi, diantaranya bisul, jerawat, pneumonia, meningitis,
dan arthritits. Sebagian besar
penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini memproduksi nanah, oleh karena itu
bakteri ini disebut piogenik. S. aureus juga menghasilkan katalase,
yaitu enzim yang mengkonversi H2O2 menjadi H2O
dan O2, dan koagulase, enzim yang
menyebabkan fibrin berkoagulasi
dan menggumpal. Koagulase diasosiasikan dengan patogenitas karena penggumpalan
fibrin yang disebabkan oleh enzim ini terakumulasi di sekitar bakteri sehingga
agen pelindung inang kesulitan mencapai bakteri dan fagositosis terhambat.
Bacillus subtilis, dikenal juga sebagai hay bacillus or grass bacillus,
adalah bakteri Gram-positif, katalase-positif, ditemukan di
dalam tanah dan saluran pencernaan ruminansia dan manusia.
Sebuah anggota genus Bacillus, B. subtilis adalah berbentuk
batang, dan dapat membentuk endospora pelindung yang
keras, memungkinkan untuk mentoleransi kondisi lingkungan yang ekstrim. B. subtilis secara historis
telah diklasifikasikan sebagai aerob obligat, meskipun ada bukti bahwa bakteri ini adalah anaerob fakultatif. B.
subtilis dianggap sebagai bakteri Gram-positif yang dipelajari
paling baik dan organisme model untuk
mempelajari replikasi kromosom bakteri dan diferensiasi sel. Bakteri ini adalah
salah satu bakteri dalam produksi enzim yang disekresikan dan digunakan pada
skala industri oleh perusahaan bioteknologi.
Bacillus subtilis merupakan bakteri Gram-positif, berbentuk batang dan katalase-positif. Bakteri ini
pada awalnya dinamai Vibrio
subtilis oleh Christian Gottfried Ehrenberg,
dan dinamai ulang menjadi Bacillus
subtilis oleh Ferdinand Cohn pada tahun 1872 (subtilis adalah bahasa Latin untuk 'baik').
Sel B. subtilis biasanya
berbentuk batang, dengan panjang sekitar 4-10 mikrometer (μm) dan diameter
0,25-1,0 μm, dengan volume sel sekitar 4,6 fL di fase stasioner. Seperti
bakteri lain dari genus Bacillus, B. subtilis dapat
membentuk endospora,
untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrim dari suhu dan
pengeringan.
Escherichia coli (biasa
disingkat E.
coli) adalah salah satu jenis spesies bakteri Gram negatif.
Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini
dapat ditemukan dalam usus besar manusia.
Kebanyakan E. Coli tidak
berbahaya, tetapi beberapa, seperti E.
Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan
makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah
karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin. Toksin ini
bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari
unit 28S rRNA,
sehingga menghentikan sintesis protein.
Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum masak, seperti daging
hamburger yang belum matang.
E. Coli yang tidak berbahaya
dapat menguntungkan manusia dengan memproduksi vitamin K2,
atau dengan mencegah bakteri lain di dalam usus.
E. coli banyak digunakan dalam
teknologi rekayasa genetika. Biasa digunakan
sebagai vektor untuk
menyisipkan gen-gen tertentu
yang diinginkan untuk dikembangkan. E.
coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam
penanganannya. Negara-negara di Eropa sekarang sangat
mewaspadai penyebaran bakteri E. coli ini, mereka bahkan melarang mengimpor
sayuran dari luar.
2.2 Karakteristik
Gram positif dan Negatif
Berikut ini adalah
karakteristik dari bakteri Gram positif dan negative.
Karakteristik
|
Gram positif
|
Gram negatif
|
Dinding sel
|
Homogen dan tebal (20-80 nm) serta sebagian besar tersusun
dari peptidoglikan. Polisakarida lain dan asam teikoat dapat ikut menyusun
dinding sel.
|
Peptidoglikan (2-7 nm) di antara membran dam dan luar, serta
adanya membran luar (7-8 nm tebalnya) yang terdii dari lipid, protein, dan
lipopolisakarida
|
Bentuk sel
|
Bulat, batang atau filamen
|
Bulat, oval, batang lurus atau melingkar seprti tand koma,
heliks atau filamen; beberapa mempunyai selubung atau kapsul
|
Reproduksi
|
Pembelahan biner
|
Pembelahan biner, kadang-kadang pertunasan
|
Metabolisme
|
kemoorganoheterotrof
|
Fototrof, kemolitoautotrof, atau kemoorganoheterotrof
|
Motilitas
|
Kebanyakan nonmotil, bila motil tipe flagelanya adalah
petritrikus (petritrichous)
|
Motil atau nonmotil. Bentuk flagela dapat bervariasi-polar,lopotrikus
(lophtrichous), petritrikus (petritrichous).
|
Anggota tubuh (apendase)
|
Biasanya tidak memiliki apendase
|
Dapat memiliki pili, fimbriae, tangkai
|
Endospora
|
Beberapa grup dapat membentuk endspora
|
Tidak dapat membentuk endospora
|
2.3 Respirasi Sel
Bakteri
Respirasi sel bakteri di bedakan
menjadi 2 yaitu aerob dan anaerob. Aerob memerlukan oksigen dan anaerob tidak
memerlukan oksigen. Aerob dan anerob dibedakan menjadi 2 obligatif dan
fakultatif. Obligatif bakteri selalu membutuhkan oksigen untuk berkembang biak
jika tidak ada oksigen bakteri akan mati. Fakultatif bakteri membutuhkan
oksigen untuk hidup dan berkembang biak tetapi jika tidak ada oksigen bakteri
akan tetap hidup namun bakteri tidak dapat berkembang biak. Yang menunjukan
bakteri aerob adalah dia akan berkumpul di permukaan atas media sedangkan jika
bakteri anaerob maka dia akan berkumpul di bagin bawah permukaan.
2.4 Media SDA Untuk
Perkembangbiakan Jamur
Jamur yang di amati adalah jamur A.
Niger, Penicillium, Rhizopus Oryzae. Untuk Rhizopus Oryzae kita menggunakan
tempe untuk A. Niger dan Penicillium jamur disediakan di laboratorium
microbiologi. Untuk perkembangbiakan jamur digunakan media SDA (Saboraud
Dextrose Agar). Cara pembuatan sama seperti pembutan media Na dan Nb.
Menggunakan kerja aseptis. Di tambahkan dengan pembuatan tempat untuk
pertumbuhan jamur yang sudah steril yang didalamnya berisikan cover glass
objeck glass dan kawat yang diletakkan menjadi satu kedalam cawan petri dan
dibagian bawah cawan petri di beri sedikit air. Untuk keterangan dan pembahasan
bagaimana cara preparasi jamur akan di tampilkan di bagian pembahasan yaitu di
Bab IV.
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
Waktu
pelaksanaan praktikum ini adalah tanggal 17 Oktober 2019 pada pukul 08.00
sampai dengan 11.20. Tempat pelaksanaan praktikum ini adalah di Laboratorium
Microbiologi Akademi Farmasi Surabaya.
3.2 Bahan dan Alat
Bahan
yang digunakan adalah media agar SDA, bakteri pseudomonas Aeruginosa, Bacillus
Subtilis, Staphylococcus Aureus, dan E.Coli., jamur A. Niger, Penicillium, dan
Rhizopus Oryzae. Untuk bakteri yang sudah di biakan di media lalu di amati di
mikroskopis. Untuk jamur akan diberikan bibit jamur yang akan di biakan (untuk
Rhizopus Oryzae menggunakan media perantara tempe)
Alat
yang digunakan adalah autoclave, oven, cawan petri, tabung reaksi, kawat ose,
batang spreader, incubator, LAF, tabung durham, pipet ukur, mikropipet, gelas
ukur, beaker glass, dan erlenmeyer.
3.3 Metode Pelaksanaan
3.3.1
Menyiapkan alat yang dibutuhkan
3.3.2
Menentukan sel tunggal bakteri
3.3.3
Melakukan pewarnaan bakteri
3.3.4
Melakukan pengamatan mikroskopis dan respirasi sel serta makroskopis
3.3.5
Melakukan preparasi jamur menggunakan media SDA yang telah dibuat dan tidak kontam.
BAB IV
HASIL DAN
PEMBAHASAN
4.1 Pengamatan Bakteri
Pengamatan
bakteri di ambil dari sel tunggal bakteri yang telah di kembangkan di dalam media.
Pangamatan yang akan dilakukan adalah pengamatan makroskopis, mikroskopis dan
respirasi.
Untuk makroskopis di amati bentuk bakteri, warna
bakteri, dan perhitungan sel bakteri yang tumbuh dalam media. Untuk mikroskopis
di amati bentuk bakteri, golongan bakteri melalui alat bantu yaitu microskop.
Untuk mikroskopis dilakukan dengan cara melakukan metode pewarnaan bakteri.
Tata cara pewarnaan bakteri :
1.
Ambil
sel tunggal bakteri yang telah di tentukan
2.
Kemudian
letakaan di object glass dan dilakukan apusan
3.
Apusan
dilakukan dengan cara sampel yang telah di letakan di object glass diberi
aquadest (pengenceran) lalu di apus dengan cover glass dan dikeringkan 60 detik
4.
Setelah
itu di tetesi dengan ultraviolet sehingga berwarna ungu dan keringkan selama 60
detik.
5.
Setelah
itu ditetesi dengan iodin tetapi pada saat praktikum diganti dengan lugol lalu
dikeringkan selama 60 menit
6.
Setelah
itu di tetesi dengan alkohol 70 % untuk pencucian dan di keringkan selama 30
detik
7.
Setelah
itu di tetesi dengan safranin dan di keringkan selama 60 detik
8.
Kemudian
di amati di microskop untuk dapat melihat ke empat bakteri
Berikut ini tabel pengamatan Makroskopis dan
Mikroskopis berdasarkan literature :
Pengamatan pada sel bakteri yang berada di cawan petri
:
Nama Bakteri
|
Mikroskopis
|
Makroskopis
|
Golongan Gram
|
Gambar
Bakteri
|
Pseudomonas aeruginosa
|
Bentuk batang rantai pendek warna pink/ merah
|
Bentuk batang rantai pendek
Ukuran 0,5-1,0 mikrometer
Suhu optimal 42 derajat celcius
Ph 7,5 Motil, tidak berspora
|
Gram negatif
|
|
Staphyllococcus aerius
|
Bentuk coccus/ bulat pada mikroskrop tampak seperti
buah anggur warna ungu
|
Bentuk coccus/ bulat pada mikroskrop tampak seperti
buah anggur Ukuran 0.8 – 1,0 mikrometer Ph optimal 6 – 7 suhu 37 derajat
celcius tidak motil, tidak bersopra
|
Gram positif
|
|
Bacillus Subtilis
|
Bentuk basil atau batang warna ungu
|
Bentuk basil/ batang ukuran 1,5 – 4,5 mikrometer
elevasi rata tepian tidak beratur
|
Gram posisitif
|
|
E. Coli
|
Bentuk batang warna pink/ merah
|
Bentuk batang ukuran panjang 24 m tebal 0,8
mikrometer suhu optimal 37 derajat celcius Ph 7,0 – 7,5 motil, tidak berspora
waktu regenerasi 15 – 20 menit.
|
Gram negatif
|
|
Berikut ini tabel respirasi sel berdasarkan literature
:
Pengamatan pada koloni bakteri pada media yang berada
di tabung reaksi
Nama
Bakteri
|
Tegak/
Miring
|
Media
|
Respirasi
|
Pseudomonas
aeruginosa
|
Tegak
dan Miring
|
Padat
Na
|
Tegak
: Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)
Miring
: Koloni bakteri akan berada diatas permukaan media miring (aerob)
|
Staphyllococcus
aerius
|
Tegak
dan Miring
|
Padat
Na
|
Tegak
: Koloni bakteri akan berkumpul didasar permukaan media (anaerob)
Miring
: Koloni bakteri akan berada di dasar permukaan yang miring (anaerob)
|
Bacillus
subtilis
|
Tegak
dan Miring
|
Padat
Na
|
Tegak
: Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)
Miring
: Koloni bakteri akan berada diatas permukaan media miring (aerob)
|
E.
Coli
|
Tegak
dan Miring
|
Padat
Na
|
Tegak
: Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)
Miring
: Koloni bakteri akan berada diatas permukaan media miring (aerob)
|
Pseudomonas
aeruginosa
|
Tegak
|
Cair
Nb
|
Tegak
: Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)
|
Staphyllococcus
aerius
|
Tegak
|
Cair
Nb
|
Tegak
: Koloni bakteri akan berkumpul didasar permukaan media (anaerob)
|
Bacillus
subtilis
|
Tegak
|
Cair
Nb
|
Tegak
: Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)
|
E.
Coli
|
Tegak
|
Cair
Nb
|
Tegak
: Koloni bakteri akan berkumpul diatas permukaan (aerob)
|
Berikut ini tabel respirasi sel berdasarkan hasil
praktikum :
Pengamatan pada koloni bakteri pada media yang berada
di tabung reaksi
Nama
Bakteri
|
Tegak/
Miring
|
Media
|
Respirasi
|
Pseudomonas
aeruginosa
|
Tegak
dan Miring
|
Padat
Na
|
Tegak
: Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi di bagian tengah media
terdapat bekas tusukan ose sehingga ada beberapa koloni bakteri yang tumbuh
disana.
Miring
: Koloni bakteri berada pada atas permukaan dan ada warna bakteri yang
berbeda atau beberapa yang mengalami kontam.
|
Staphyllococcus
aerius
|
Tegak
dan Miring
|
Padat
Na
|
Tegak
: Dimana yang seharusnya koloni bakteri berada pada dasar permukaan tetapi
hasil praktikum koloni bakteri ada yang terdapat di dasar di tengah dan ada
juga yang berada di atas permukaan.
Miring
: Koloni bakteri berada di dasar permukaan tetapi da juga yang terdapat di
atas permukaan
|
Bacillus
subtilis
|
Tegak
dan Miring
|
Padat
Na
|
Tegak
: Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi di bagian tengah media
terdapat bekas tusukan ose sehingga ada beberapa koloni bakteri yang tumbuh
disana.
Miring
: Koloni bakteri berada pada atas permukaan dan ada warna bakteri yang
berbeda atau beberapa yang mengalami kontam.
|
E.
Coli
|
Tegak
dan Miring
|
Padat
Na
|
Tegak
: Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi di bagian tengah media
terdapat bekas tusukan ose sehingga ada beberapa koloni bakteri yang tumbuh
disana.
Miring
: Koloni bakteri berada pada atas permukaan dan ada warna bakteri yang
berbeda atau beberapa yang mengalami kontam.
|
Pseudomonas
aeruginosa
|
Teagk
|
Cair
Nb
|
Tegak
: Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi banyak terjadi perubahan
warna jadi yang berada diatas tidak koloni bakteri satu saja melainkan banyak
bakteri karena terkontam dengan bakteri yang berwarna ungu.
|
Staphyllococcus
aerius
|
Tegak
|
Cair
Nb
|
Tegak
: Dimana yang seharusnya koloni bakteri berada pada dasar permukaan tetapi
hasil praktikum koloni bakteri ada yang terdapat di dasar di tengah dan ada
juga yang berada di atas permukaan.
Dengan
ada beberapa warna koloni yang berbeda.
|
Bacillus
subtilis
|
Tegak
|
Cair
Nb
|
Tegak
: Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi banyak terjadi perubahan
warna jadi yang berada diatas tidak koloni bakteri satu saja melainkan banyak
bakteri karena terkontam dengan bakteri yang berwarna lain.
|
E.
Coli
|
Tegak
|
Cair
Nb
|
Tegak
: Koloni bakteri berada di atas permukaan tetapi banyak terjadi perubahan
warna jadi yang berada diatas tidak koloni bakteri satu saja melainkan banyak
bakteri karena terkontam dengan bakteri yang berwarna lain.
|
Untuk
pengamatan bakteri mikroskopis dan makroskopis tidak dilakukan praktikum
sehingga hasil praktikum tidak di paparkan karena pada saat pemilihan sel
tunggal bakteri tidak dapat ditentukan karena media telah terdiri dari koloni
bakteri sehingga tidak dapat melihat sel bakteri tunggal.
Hal
lain yang menyebabkan adalah karena terjadi kontaminasi sehingga baktri terdiri
dari banyak sel (koloni) sehingga tidak dapat menentukan sel baktri tunggal dan
terpaksa tidak ada hasil praktikum dikarenakan tidak mengamati sel bakteri
tunggal yang tumbuh pada media.
4.2
Preparasi Media Jamur
Kelompok
kami melakukan praktek preparasi jamur
dengan media yang kita gunakan adalah Sabouraud Dextrose Agar
(SDA)
Jamur yang kita gunakan yaitu
1.
Penicillium
2.
Rhizopus
3.
Aspergilus
niger
Sebelum melakukan praktek preparasi jamur pastikan
ruangan steril
Membersihkan meja terlebih dahulu dengan alcohol
Siapkan cawan petri Pastikan juga cawan petri yg
berisi kawat dan objek glass sudah melalui proses sterilisasi sebanyak 3 cawan
petri
Siapkan jg alat lainnya seperti kawat ose, Bunsen, dan
plastik wrap
Mengambil media yg mau kita
gunakan (Sabouraud Dextrose Agar (SDA))
Siapkan
jamur yang mau kita gunakan :
1.
Penicillium
2.
Rhizopus
3.
Aspergilus
niger
Untuk Rhizopus orisae kita menggunakan jamur dari
tempe
Cara :
1.
Potong
bentuk kotak” media SDA di dalam cawan petri menggunakan kawat ose
2.
Ambil
2 bagian media SDA
3.
Ambil
cawan perti yang berisi kawat dan objek glass , letakkan SDA ke samping kanan
dan kiri objek glass . ( 3 cawan petri)
4.
Tutup
kembali objek glas , lalu ambil jamur yg mau kita gunakan ( penicillium, rhizopus,
dan aspergilus niger).
5.
Ambil
jamur sedikit saja, lalu letakkan di atas SDA yg sudah di letakkan di cawan
petri yg berisi objek glass. Masing” jamur jg masing” cawan petri
6.
Beri
label sesuai jamur yg di letakkan lalu beri plastik wrap
BAB V
KESIMPULAN
Ke
empat bakteri rata-rata berbentuk batang dan bulat. Bakteri yang berbentuk
batang adalah bacillus subtilis, E. Coli, Pseudomonas aeruginosa. Untuk bakteri
yang berbentuk bulat adalah Staphyllococcus aerius bentuknya bulat seperti
anggur. Bakteri gram positif adalah Bacillus subtilis dan Staphyllococcus
aerius dimana dapat dilihat dari warna bakteri yang dapat mempertahankan
ultraviolet/ berwarna ungu. Untuk bakteri E.Coli dan Pseudomonas aeruginosa
termasuk bakteri golongan gram negative dimana warnanya tidak bisa
mempertahankan ultra violetnya yang menjadi berwarna pink/ merah
Untuk preparasi jamur menggunakan media SDA seperti
pembuatan media Na dan Nb caranya. Kemudian jamur di tumbuhkan ke cawan petri
yang berisi air, kawat, object glass, cover glass yang sudah di sterilkan
dengan bantuan tumbuh kembang jamur melalui media SDA.
BAB
VI
DAFTAR
PUSTAKA
Wikipedia. (2019). Gram Negatif. Di
kutip 22 Oktober 2019 dari Gram Negatif. https://id.wikipedia.org/wiki/Gram-negatif.
Wikipedia. (2019). Escherichia Coli.
Di kutip 22 Oktober 2019 dari Escherichia Coli. https://id.wikipedia.org/wiki/Escherichia_coli.
Wikipedia. (2019). Bacillus
Subtilis. Di kutip tanggal 22 Oktober 2019 dari Bacillus Subtilis. https://id.wikipedia.org/wiki/Bacillus_subtilis#targetText=Bacillus%20subtilis%20merupakan%20bakteri%20Gram,'baik').%20Sel%20B.
Wikipedia. (2015) Pseudomonas
Aeruginosa. Di kutip tanggal 22 Oktober 2019 dari Pseudomonas Aeruginosa. https://id.wikipedia.org/wiki/Pseudomonas_aeruginosa.
Wikipedia. (3019) Staphyllococcus
aerius. Di kutip tanggal 22 Oktober 2019 dari Staphyllococcus aerius. https://id.wikipedia.org/wiki/Staphylococcus_aureus#targetText=Staphylococcus%20aureus%20(S.,1%2C0%20%C2%B5m.%20S.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar