LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MICROBIOLOGI
STERILISASI ALAT DAN PEMBUATAN MEDIA
NUTRIENT AGAR DAN NUTRIENT BROTH
OLEH
KELOMPOK 2
1.
Kholifah
Wahyu Fitriani (1351810073)
2.
Anry
Arista Pancawati (1351810087)
3.
Karina
Widyastuti (1351810129)
4.
Leady
Ayu Susanti Permadi (1351810153)
5.
Widya
Risky Saraswati (1351810135)
6.
Olyvia
Diah Anggraeni (1351810103)
7.
Febrian
Rizki Puji Hartono (1351810105)
AKADEMI FARMASI SURABAYA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mikrobiologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang mikroorganisme. Mikroorganisme adalah suatu mikroba yang
berukuran sangat kecil sehingga apabila melihatnya memerlukan alat bantu agar
dapat melihat mikroorganisme tersebut karena apabila hanya dilihat dengan mata
telanjang maka tidak akan terlihat sehingga membutuhkan alat bantu untuk
melihat mikroba yang berukuran sangat kecil tersebut. Alat yang biasa digunakan
adalah mikroskopik.
Mikroorganisme terdiri dari
bakteri, virus, golongan fungi, dan protozoa. Di dalam praktikum microbiologi
selalu mengutamakan tingkat sterilisasi karena untuk mencegah suatu alat atau
media agar tidak terkontaminasi.
Bahan atau peralatan yang dipergunakan dalam bidang mikrobiologi harus dalam keadaan steril.
Steril artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya,
baik yang menggangu kehidupan dan proses yang dikerjakan (Waluyo, 2008). Sebelum melakukan praktikum mengenai
peralatan yang ingin kita gunakan harus disterilkan dahulu. Sterilisasi atau
suci hama yaitu proses membunuh segala bentuk
kehidupan mikroorganisme yang ada dalam sampel/contoh, alat-alat atau
lingkungan tertentu Dalam bidang sterilisasi sering dipakai untuk tercapainya tujuan meniadakan atau membunuh semua
bentuk kehidupan mikroorganisme (Gabriel, 1996).
Selama
sterilisasi alat, media dan bahan perlu disterilkan. Media adalah
susunan bahan. Media terbagi menjadi dua yaitu media padat dan media cair.
Media padat adalah media yang bisa beku sedangkan media cair adalah media yang
tidak berbeku (cair). Media padat yang digunakan adalah Na (Nutrient agar) dan
media cair yang digunakan adalah Nb (Nutrient broth).
1.2 Rumusan Masalah
Mengapa perlu kerja aseptis dalam pembuatan media dan mengapa perlu
dilakukan sterilisasi alat dan media yang akan di praktikumkan, dan apakah
butuh media dalam isolasi/ pengembangbiakan bakteri?
1.3 Tujuan
1.3.1
Untuk
menghindari terjadinya kontaminasi saat melakukan pembuatan media.
1.3.2
Untuk
menjaga agar media tetap steril dengan menggunakan alat yang steril.
1.3.3
Untuk
mengetahui perlunya sterilisasi alat dan media.
1.4 Manfaat
1.4.1
Praktikan
dapat melakukan prosedur sterilisasi dengan baik dan benar dengan mengutamakan
kerja aseptis.
1.4.2
Praktikan
dapat membuat media yang bersih dari adanya kontaminasi dengan mengutamakan
prosedur kerja aseptis.
1.4.3
Praktikan
dapat menerima pembelajaran dalam kerja aseptis dimana media dan alat dapat
steril tanpa adanya kontaminasi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Microbiologi
Microbiologi
berasal dari kata micro yang artinya
adalah terkecil, bios yang artinya
makhluk hidup, logos yang artinya
ilmu pengetahuan. Jadi microbiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
makhluk hidup yang mempunyai ukuran yang sangat kecil. Makhluk hidup tersebut
adalah mikroorganisme. Mikroorganisme terdiri dari bakteri, virus, golongan
jamur, dan protozoa. Dari keempat mikroorgansme tersebut mempunyai persamaan
yaitu karena bakteri, virus, golongan jamur, dan protozoa merupakan
mikroorgamisme. Perbedaannya adalah struktur reproduksinya berbeda antara
bakteri, virus, golongan jamur, dan protozoa. Mengapa dalam dunia farmasi perlu
dipelajari microbiologi karena microbiologi berhubungan dengan penyakit, dimana
penyakit akan selalu berhubungan dengan bakteri, virus, golongan jamur, dan
protozoa sehingga bertanggungjawab atas pemberian dan pelayanan obat dengan
tepat, tepat disini mulai dari tepat obat, tepat dosis, tepat aturan pakai,
tepat indikasi, dan tepat cara penggunaannya, misalnya seperti obat antibiotik,
antifungi, antiamoeba, dan lainnya.
2.2 Sterilisasi Alat dan Media
2.2.1. Sterilisasi alat
Alat
akan disterilkan dengan menggunakan alat sterilisasi yaitu autoclave dan oven.
Alat yang disterilkan ada kalanya lebih baik dicuci terlebih dahulu hingga
bersih kemudian barulah disemprot dengan alkohol dan keringkan barulah akan
dibungkus dengan perkamen atau aluminium foil kemudian dimasukkan ke dalam
autoclave dan oven.
Berikut merupakan tata cara sterilisasi alat :
Autoclave
Alat yang disterilkan menggunakan autoclave adalah
alat yang memiliki skala seperti Erlenmeyer, gelas ukur, beakerglass. Tata cara
yang perlu di perhatikan saat sterilisasi alat adalah :
1.
Cuci
alat yang memiliki skala hingga bersih lalu semprotkan dengan alkohol 70%
sehingga untuk menjamin bahwa tidak ada pathogen lain yang berada di sekitar
alat.
2.
Untuk
autoclave alat dibungkus menggunakan perkamen seperti membentuk kertas kado
dengan dirangkap 2 dan ditutup menggunakan klip agar air yang berada di dalam
autoclave tidak menyebabkan embun dan merembes pada perkamen supaya tidak
mengulang sterilisasi kembali.
3.
Di
letakan ke dalam autoclave dengan suhu 121 derajat celcius dalam waktu 20
menit. Alat yang di sterilisasikan mengguakan autoclave antara lain untuk
preparasi media adalah Erlenmeyer, gelas ukur, beaker glass, bluetip, dan
yellowtip.
4.
Untuk
pipet ukur yang digunakan untuk mengambil media sesuai kebutuhan disterilkan
dengan di rendam alkohol 70% selama 1X24 jam barulah diletakkan di dalam
perkamen yang dirangkap 2 di bungkus seperti kado.
5.
Untuk
alat inokulasi seperti kawat ose, batang spreader, kawat inoculum hanya di panaskan
di bunsen hingga berwarna merah lalu bisa digunakan, untuk batang spreader,
batang pengaduk hanya dengan di semprotkan alkohol 70 % saja dan di flambir
(dilewatkan api).
6.
Untuk
mulut/ lubang alat selalu ditutup dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi
dengan alkohol 70 % lalu ditutup dengan menggunakan kassa dan diikat dengan
menggunakan benang wol lalu ditutupkan pada lubang alat untuk mencegah adanya
bakteri yang masuk agar pada saat di dterilkan alat akan tetap steril tidak
terkontaminasi.
Oven
Alat yang di sterilisasikan menggunakan oven adalah
alat yang tidak mempunyai skala seperti cawan petri, tabung reaksi, kaca
arloji, dan yang lainnya. Tata cara yang perlu diperhatikan saat sterilisasi
alat adalah sebagai berikut :
1.
Cuci
alat yang tidak memiliki skala hingga bersih lalu semprotkan dengan alkohol 70
% sehingga untuk menjamin bahwa tidak ada pathogen lain yang berada di sekitar
alat.
2.
Untuk
oven alat dibungkus menggunakan aluminium foil hingga seluruh bagian alat
tertutup dengan aluminium foil. Penutupan di rangkap 2 kali .
3.
Di
letakan ke dalam oven dengan suhu 180 derajat celcius dalam waktu 2 jam. Alat
yang di sterilisasikan mengguakan oven antara lain untuk preparasi media adalah
cawan petri, tabung reaksi, kaca arloji.
4.
Untuk
pipet ukur yang digunakan untuk mengambil media sesuai kebutuhan disterilkan
dengan di rendam alkohol 70% selama 1X24 jam barulah diletakkan di dalam
perkamen yang dirangkap 2 di bungkus seperti kado.
5.
Untuk
alat inokulasi seperti kawat ose, batang spreader, kawat inoculum hanya di
panaskan di bunsen hingga berwarna merah lalu bisa digunakan, untuk batang
spreader, batang pengaduk hanya dengan di semprotkan alkohol 70 % saja dan di
flambir (dilewatkan api).
6.
Untuk
mulut/ lubang alat selalu ditutup dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi
dengan alkohol 70 % lalu ditutup dengan menggunakan kassa dan diikat dengan
menggunakan benang wol lalu ditutupkan pada lubang alat untuk mencegah adanya
bakteri yang masuk agar pada saat di dterilkan alat akan tetap steril tidak terkontaminasi.
2.2.2 Pembuatan dan Sterilisasi Media
Media
yang digunakan ada 2 yaitu media padat dan media cair. Media padat yaitu Na
(Nutrient Agar) dan media cair yaitu Nb (Nutrient Brotth). Media padat akan di
letakkan di cawan petri dengan satu cawan petri berisikan 15 ml Na yang telah
dilarutkan dalam aquadest. Na juga diletakan ke dalam tabung reaksi dengan
metode tegak dan miring dan masing-masing jumlahnya adalah 4 metode tegak dan 4
metode miring dengan masing-masing sebanyak 7 ml. Nb di letakkan dalam tabung
reaksi sebanyak 9 ml untuk media cair.
Pembuatan Media Na dan Nb untuk teknik spread, streak
dan pour
Na mempunyai perbandingan 20 gram dalam 1 liter dibuat
2 sediaan untuk cawan petri dan tabung reaksi. Na pada cawan petri yang
dibutuhkan adalah 4 untuk spread, 8 untuk streak dan 2 untuk pour dengan
masing-masing sebanyak 15 ml. Untuk tabung reaksi digunakan 4 tabung reaksi
agak miring dan 4 tabung reaksi tegak dengan masing-masing sebanyak 7 ml. Na
akan membuat 2 sediaan yaitu 200 ml untuk cawan petri dan 50 ml untuk tabung
reaksi (untuk spread dan streak) untuk pour kami menggunakan 2 cawan petri yang
totalnta 30 ml jadi membuat 50 ml hanya untuk pour. Jadi berdasarkan
perbandingannya maka 4 gram Na di larutkan dalam 200 ml aquadest dan untuk 1
gram Na di larutkan dalam 50 ml aquadest.
Cara pembuatan media Na (media padat) sebagai berikut :
Cara pembuatan media Na (media padat) sebagai berikut :
1.
Timbang
Na sebanyak 4 gram dan 1 gram, dan 1 gram (pour 50 ml 2 cawan petri)
2.
Untuk
4 gram di tambahkan aquadest sebanyak 200 ml dan untuk 1 gram di tambahkan
aquadest sebanyak 50 ml. Aduk ad larut di kerjakan di depan bunsen untuk
mencegah agar tidak terkontaminasi oleh bakteri yang dari luar. Menggunakan
Erlenmeyer pencampurannya.
3.
Setelah
itu dipanaskan hingga warna menjadi kuning cerah.
4.
Di
sterilkan dengan menggunakan autoclave dengan suhu 121 derajat celcius dalam
waktu kurang lebih 20 menit, untuk mulut
Erlenmeyer ditutup sumbat yang steril (seperti yang di jelaskan di 2.2.1 nomer
6) dan berikan kertas perkamen diatas botol sebagai penutup sumbatnya.
5.
Media
didinginkan hingga tidak terlalu dingin agar tidak membeku.
6.
Pipet
ukur media yang sudah disterilkan dan di pindahkan ke dalam 4 cawan petri untuk
spread dan 8 cawan petri untuk streak (200ml media) masing-masing 15 ml.
Sedangkan untuk tabung reaksi yang menggunakan 50 ml untuk 4 tabung reaksi agak
miring dan 4 tabung reaksi tegak masing-masing 7 ml. Untuk 1 gram lagi dalam 50
ml digunakan untuk 2 cawan petri yang teknik pour masing-masing 15 ml.
7.
Simpan
media di lemari kulkas setelah media beku. Kondisi media telah diberi kertas
wrap, dibagian penutupnya.
Nb merupakan media cair yang mempunyai perbandingan 8
gram dalam 1 liter. Kita akan membuat sebanyak 50 ml Nb sehingga perbandngannya
adalah menimbang Nb sebanyak 0,4 garm dilarutkan dalam 50 ml aquadest.
Berikut tata cara yang untuk membuat media cair Nb :
1.
Timbang
Nb sebanyak 0,4 gram dan dilarutkan ke dalam aquadest sebanyak 50 ml dalam
Erlenmeyer dan aduk ad larut. Kerja di dekat bunsen.
2.
Tidak
perlu dipanaskan langsung disterilkan menggunakan autoclave dengan tutup mulut
sudah disumbat (cara terletak pada 2.2.1 nomer 6) dengan suhu 121 derajat
celcius dalam waktu kurang lebih 20 menit.
3.
Di
tunggu hingga hangat kemudian pipet sebanayk 9 ml untuk 4 tabung reaksi sebagai
media cair Nb diletakkan ke tabung reaksi dan disumbat lalu ditutup kertas wrap
dan disimpan di dalam kulkas setelah dingin.
Untuk catatan pembuatan media tetap dilakukan kerja
aseptis agar mencegah terjadinya media yang kontam oleh bakteri yang ada di
luar. Prinsip dan tata cara kerja aseptis :
1.
Selalu
mengerjakan dengan berada di depan api/ bunsen.
2.
Selalu
menutamakan flambir (dilewatkan api) agar bakteri yang ada diluar tidak ikut
masuk kedalam media ketika media dibuka atau akan dipergunakan.
3.
Ketika
membuka alat harus dengan teliti dan hati-hati jangan langsung dibuka secara
blak-blakan agar tidak ada media yang kontam.
4.
Membuat
sumbat harus dibasahi alkohol 70 % terebih dahulu agar mencegah bakteri yang
masuk dalam media.
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
Waktu
pelaksanaan praktikum ini adalah tanggal 05 Oktober 2019 pada pukul 08.00
sampai dengan 11.20. Tempat pelaksanaan praktikum ini adalah di Laboratorium
Microbiologi Akademi Farmasi Surabaya.
3.2 Bahan dan Alat
Bahan
:
Nutrient
Agar, Nutrient Broth
Alat
yang di butuhkan :
Autoclave,
oven, erlenmeyer, gelas ukur, batang pengduk, beakerglass, pipet ukur 10 ml dan
25 ml, cawan petri, plastic wrap, aluminium foil, tabung reaksi dan alat
lainnya.
3.3 Metode Pelaksanaan
3.3.1
Sterilisasi semua alat
3.3.2
Menyiapkan alat yang dibutuhkan
3.3.3
Menimbang bahan Na dan Nb sesuai kebutuhan.
3.3.4
Melarutkan Na dan Nb.
3.3.5
Sterilisasi Media.
3.3.6
Pemindahan media ke cawan petri dan tabung reaksi.
3.3.7
Setelah beku diletakkan ke dalam kuas dan di beri tutup sumbas dan plastic
wrap.
BAB IV
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Pada
praktikum ini hal pertama yang dilakukan adalah dengan mensterilkan alat.
Berikut akan ditampilkan sterilisasi alat menggunakan oven dan autoclave :
1.
Dibungkus
dengan perkamen rangkap 2 seperti kertas kado untuk sterilisasi alat autoclave
dan untuk oven dibungkus dengan aluminium foil rangkap 2 juga untuk alat yang
mempunyai lubang maka disumbat dengan kapas yang telah di basahi dengan alkohol
70% dan di tutup dengan kassa lalu diikat dengan benang woll dan disumbatkan ke
alat yang mempunyai lubang.

Sebetulnya ada pipet ukur yang disterilkan menggunakan
alkohol 70% dengan cara direndam selama 1 hari.
2.
Sesudah
alat disterilkan alat disimpan di dalam lemari khusus alat dimana bungkus tidak
di buka dalam arti lain tetap berada di dalam bungkus alatnya.

Setelah
distrerilkan maka alat dapat digunakan untuk pembuatan media. Media yang
digunakan adalah media padat (Na) dan media cair (Nb).
Berikut pembuatan Na (Nutrient Agar)
Berikut pembuatan Na (Nutrient Agar)
Untuk Na dibuat 3 Na antara lain :
1.
4
gram Na dalam 200 ml aquadest untuk 12 cawan petri 8 metode streak. Metode
streak adalah digoreskan bakteri dengan bantuan kawat ose seharunya terdapat 3
metode streak yaitu goresan T, goresan kuadran, goresan sinambung, tetapi
digunakan 2 metode saja kelompok kami menggunakan metode streak goresan T dan
goresan kuadran. Selain streak juga digunakan untuk 4 metode spread. Metode
spred adalah metode yang mengembangbiakan bakteri dengan bantuan batang
spreader. Cawan petri di isi menggunakan pipet ukur yang sudah steril sebanyak
15 ml per satu cawan petri.
2.
1
gram Na dalam 50 ml aquadest untuk 8 tabung reaksi dimana 4 tabung reaksi media
tegak dan 4 tabung reaksi media miring. Masing- masing tabung reaksi sebanyak 7
ml.
3.
1
gram Na dalam 50 ml aquadest untuk media teknik pour dimana bakteri dimasukkan
melalui bantuan mikropipet menggunakan bluetip dan yellowtip. 1 cawan petri 15
ml. Membutuhkan 2 cawan petri.
Cara pembuatan Media padat Na :
1. Timbang Na sesuai kebutuhan menimbangnya, di
timbangan di neraca analitik dengan menggunakan bantuan kaca arloji dengan
kerja aseptis menggunakan bunsen dan alat yang sudah disterilkan.
Cara pembuatan media cair Nb :
1. Timbang Nb sesuai kebutuhan menimbangnya, di
timbangan di neraca analitik dengan menggunakan bantuan kaca arloji dengan
kerja aseptis menggunakan bunsen dan alat yang sudah disterilkan.
| 2. Setelah ditimbang dilarutkan dengan menggunakan aquadest sesuai dengan kebutuhan 0,4 gram dalam 50 ml aqudest di campurkan di Erlenmeyer yang sudah disterilkan, intinya semua alat yang digunakan harus steril dan cara pengerjaannya harus aseptis. 3. Kemudian di sterilkan di autoclave dengan ditutup mulut Erlenmeyer menggunakan sumbat yang sudah diberi alkohol, kassa dan di ikat menggunakan benang wol. Setelah itu di masukkan ke autoclave dengan suhu 121 derajat celcius dengan tekanan 1 atm dan selama kurang lebih 20 menit. (tanpa adanya pemanasan). 4. Setelah disterilkan maka media Nb dituangkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 7 ml pada masing-masing tabung reaksi (sebanyak 4 tabung reaksi). 5. Media yang sudah di tabung reaksi di diamkan hingga beku lalu ditutup dengan palstik wrap dan sumbat dan di masukkan ke dalam kulkas untuk disimpan agar tidak ada yang kontam. | ||
Setelah pembuatan media maka media yang tidak kontam
akan digunakan untuk mengisolasi bakteri (mengembangbiakan bakteri) dan selalu
kerja aseptis agar tidak ada kontam dalam media ataupun dalam isolasi bakteri.
Pada cara pembuatan tidak kami tampilkan gambar dikarenakan kerja cepat dan aspetis sehingga peluang untuk mendokumentasikan sangat minim.
Berikut media Na dan Nb yang telah jadi dan siap
digunakan untuk isolasi bakteri (tidak kontam)
Media Cair Nb
Media Padat Na
BAB V
KESIMPULAN
Kerja aseptis selalu diperlukan untuk setiap melakukan
praktikum microbiologi karena supaya media dan alat yang digunakan untuk
pengembangbiakan bakteri atau meneliti bakteri tidak ada yang terkontaminasi
dengan bakteri atau kuman yang lain oleh karena itu perlu diadakannya kaerja
aseptis.Sterilisasi juga mendukung penting adanya tingkat steril dalam alat
atau media sehingga tidak ada yang terkontaminasi oleh karena itu perlu
dilakukannya adanya sterilisasi. Pembuatan media juga sangat diperlukan karena
untuk mengembangbiakan/ isolasi bakteri sehingga bakteri dapat tumbuh dan di
kembangkan kemudian dapat diamati dan diteliti. Oleh karena itu sangat penting
dilakukannya pembuatan media.
BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
Safani, Inry (2017). Laporan Praktikum Pembuatan Media dan Sterilisasi. Dikutip 21
Oktober 2019 dari Laporan Praktikum Pembuatan Media dan Sterilisasi. https://www.academia.edu/32855223/LAPORAN_PRAKTIKUM_PEMBUATAN_MEDIA_DAN_STERILISASI.
Dahlan, Andi (2016). Laporan Praktikum Pembuatan Media dan
Sterilisasi. Dikutip 21 Oktober 2019 dari Laporan Praktikum Pembuatan Media
dan Sterilisasi. https://www.academia.edu/25198488/laporan_mikrobiologi_pangan_pembuatan_media_dan_sterilisasi.
Linge, Doni (2017). Media Biakan. Dikutip 21 Oktober 2019
dari Laporan Praktikum Microbiologi Media Biakan. https://www.academia.edu/33408915/Laporan_Praktikum_Mikrobiologi_MEDIA_BIAKAN?auto=download
Atmosphere (2017). Laporan Pengantar Laboratorium Medik
Pembuatan Media Nutrient Agar dan Saboraud Dextrose Agar. Dikutip 21
Oktober 2019 dari Laporan Pengantar Laboratorium Medik Pembuatan Media Nutrient
Agar dan Saboraud Dextrose Agar. https://atlmkes.wordpress.com/2017/02/11/laporan-pengantar-laboratorium-medik-pembuatan-media-nutrient-agar-dan-saboraud-dextrose-agar/






Tidak ada komentar:
Posting Komentar