Senin, 21 Oktober 2019

LAPORAN AKHIR STERILISASI ALAT DAN PEMBUATAN MEDIA NUTRIENT AGAR DAN NUTRIENT BROTH


LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MICROBIOLOGI
STERILISASI ALAT DAN PEMBUATAN MEDIA
NUTRIENT AGAR DAN NUTRIENT BROTH
OLEH
KELOMPOK 2
1.      Kholifah Wahyu Fitriani         (1351810073)
2.      Anry Arista Pancawati            (1351810087)
3.      Karina Widyastuti                  (1351810129)
4.      Leady Ayu Susanti Permadi   (1351810153)
5.      Widya Risky Saraswati           (1351810135)
6.      Olyvia Diah Anggraeni           (1351810103)
7.      Febrian Rizki Puji Hartono     (1351810105)

AKADEMI FARMASI SURABAYA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
      Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme. Mikroorganisme adalah suatu mikroba yang berukuran sangat kecil sehingga apabila melihatnya memerlukan alat bantu agar dapat melihat mikroorganisme tersebut karena apabila hanya dilihat dengan mata telanjang maka tidak akan terlihat sehingga membutuhkan alat bantu untuk melihat mikroba yang berukuran sangat kecil tersebut. Alat yang biasa digunakan adalah mikroskopik.
      Mikroorganisme terdiri dari bakteri, virus, golongan fungi, dan protozoa. Di dalam praktikum microbiologi selalu mengutamakan tingkat sterilisasi karena untuk mencegah suatu alat atau media agar tidak terkontaminasi.
      Bahan atau peralatan yang dipergunakan dalam bidang mikrobiologi harus dalam keadaan steril. Steril artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya, baik yang menggangu kehidupan dan proses yang dikerjakan (Waluyo, 2008). Sebelum melakukan praktikum mengenai peralatan yang ingin kita gunakan harus disterilkan dahulu. Sterilisasi atau suci hama yaitu proses membunuh segala bentuk kehidupan mikroorganisme yang ada dalam sampel/contoh, alat-alat atau lingkungan tertentu Dalam bidang sterilisasi sering dipakai untuk tercapainya tujuan meniadakan atau membunuh semua bentuk kehidupan mikroorganisme (Gabriel, 1996).
      Selama sterilisasi alat, media dan bahan  perlu disterilkan. Media adalah susunan bahan. Media terbagi menjadi dua yaitu media padat dan media cair. Media padat adalah media yang bisa beku sedangkan media cair adalah media yang tidak berbeku (cair). Media padat yang digunakan adalah Na (Nutrient agar) dan media cair yang digunakan adalah Nb (Nutrient broth).

1.2  Rumusan Masalah
Mengapa perlu kerja aseptis dalam pembuatan media dan mengapa perlu dilakukan sterilisasi alat dan media yang akan di praktikumkan, dan apakah butuh media dalam isolasi/ pengembangbiakan bakteri?

1.3  Tujuan
1.3.1        Untuk menghindari terjadinya kontaminasi saat melakukan pembuatan media.
1.3.2        Untuk menjaga agar media tetap steril dengan menggunakan alat yang steril.
1.3.3        Untuk mengetahui perlunya sterilisasi alat dan media.

1.4  Manfaat
1.4.1        Praktikan dapat melakukan prosedur sterilisasi dengan baik dan benar dengan mengutamakan kerja aseptis.
1.4.2        Praktikan dapat membuat media yang bersih dari adanya kontaminasi dengan mengutamakan prosedur kerja aseptis.
1.4.3        Praktikan dapat menerima pembelajaran dalam kerja aseptis dimana media dan alat dapat steril tanpa adanya kontaminasi.










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Microbiologi
            Microbiologi berasal dari kata micro yang artinya adalah terkecil, bios yang artinya makhluk hidup, logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi microbiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup yang mempunyai ukuran yang sangat kecil. Makhluk hidup tersebut adalah mikroorganisme. Mikroorganisme terdiri dari bakteri, virus, golongan jamur, dan protozoa. Dari keempat mikroorgansme tersebut mempunyai persamaan yaitu karena bakteri, virus, golongan jamur, dan protozoa merupakan mikroorgamisme. Perbedaannya adalah struktur reproduksinya berbeda antara bakteri, virus, golongan jamur, dan protozoa. Mengapa dalam dunia farmasi perlu dipelajari microbiologi karena microbiologi berhubungan dengan penyakit, dimana penyakit akan selalu berhubungan dengan bakteri, virus, golongan jamur, dan protozoa sehingga bertanggungjawab atas pemberian dan pelayanan obat dengan tepat, tepat disini mulai dari tepat obat, tepat dosis, tepat aturan pakai, tepat indikasi, dan tepat cara penggunaannya, misalnya seperti obat antibiotik, antifungi, antiamoeba, dan lainnya.
2.2 Sterilisasi Alat dan Media
2.2.1. Sterilisasi alat
            Alat akan disterilkan dengan menggunakan alat sterilisasi yaitu autoclave dan oven. Alat yang disterilkan ada kalanya lebih baik dicuci terlebih dahulu hingga bersih kemudian barulah disemprot dengan alkohol dan keringkan barulah akan dibungkus dengan perkamen atau aluminium foil kemudian dimasukkan ke dalam autoclave dan oven.

Berikut merupakan tata cara sterilisasi alat :
Autoclave
Alat yang disterilkan menggunakan autoclave adalah alat yang memiliki skala seperti Erlenmeyer, gelas ukur, beakerglass. Tata cara yang perlu di perhatikan saat sterilisasi alat adalah :
1.      Cuci alat yang memiliki skala hingga bersih lalu semprotkan dengan alkohol 70% sehingga untuk menjamin bahwa tidak ada pathogen lain yang berada di sekitar alat.
2.      Untuk autoclave alat dibungkus menggunakan perkamen seperti membentuk kertas kado dengan dirangkap 2 dan ditutup menggunakan klip agar air yang berada di dalam autoclave tidak menyebabkan embun dan merembes pada perkamen supaya tidak mengulang sterilisasi kembali.
3.      Di letakan ke dalam autoclave dengan suhu 121 derajat celcius dalam waktu 20 menit. Alat yang di sterilisasikan mengguakan autoclave antara lain untuk preparasi media adalah Erlenmeyer, gelas ukur, beaker glass, bluetip, dan yellowtip.
4.      Untuk pipet ukur yang digunakan untuk mengambil media sesuai kebutuhan disterilkan dengan di rendam alkohol 70% selama 1X24 jam barulah diletakkan di dalam perkamen yang dirangkap 2 di bungkus seperti kado.
5.      Untuk alat inokulasi seperti kawat ose, batang spreader, kawat inoculum hanya di panaskan di bunsen hingga berwarna merah lalu bisa digunakan, untuk batang spreader, batang pengaduk hanya dengan di semprotkan alkohol 70 % saja dan di flambir (dilewatkan api).
6.      Untuk mulut/ lubang alat selalu ditutup dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 70 % lalu ditutup dengan menggunakan kassa dan diikat dengan menggunakan benang wol lalu ditutupkan pada lubang alat untuk mencegah adanya bakteri yang masuk agar pada saat di dterilkan alat akan tetap steril tidak terkontaminasi.

Oven
Alat yang di sterilisasikan menggunakan oven adalah alat yang tidak mempunyai skala seperti cawan petri, tabung reaksi, kaca arloji, dan yang lainnya. Tata cara yang perlu diperhatikan saat sterilisasi alat adalah sebagai berikut :
1.      Cuci alat yang tidak memiliki skala hingga bersih lalu semprotkan dengan alkohol 70 % sehingga untuk menjamin bahwa tidak ada pathogen lain yang berada di sekitar alat.
2.      Untuk oven alat dibungkus menggunakan aluminium foil hingga seluruh bagian alat tertutup dengan aluminium foil. Penutupan di rangkap 2 kali .
3.      Di letakan ke dalam oven dengan suhu 180 derajat celcius dalam waktu 2 jam. Alat yang di sterilisasikan mengguakan oven antara lain untuk preparasi media adalah cawan petri, tabung reaksi, kaca arloji.
4.      Untuk pipet ukur yang digunakan untuk mengambil media sesuai kebutuhan disterilkan dengan di rendam alkohol 70% selama 1X24 jam barulah diletakkan di dalam perkamen yang dirangkap 2 di bungkus seperti kado.
5.      Untuk alat inokulasi seperti kawat ose, batang spreader, kawat inoculum hanya di panaskan di bunsen hingga berwarna merah lalu bisa digunakan, untuk batang spreader, batang pengaduk hanya dengan di semprotkan alkohol 70 % saja dan di flambir (dilewatkan api).
6.      Untuk mulut/ lubang alat selalu ditutup dengan menggunakan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 70 % lalu ditutup dengan menggunakan kassa dan diikat dengan menggunakan benang wol lalu ditutupkan pada lubang alat untuk mencegah adanya bakteri yang masuk agar pada saat di dterilkan alat akan tetap steril tidak terkontaminasi.
2.2.2 Pembuatan dan Sterilisasi Media
            Media yang digunakan ada 2 yaitu media padat dan media cair. Media padat yaitu Na (Nutrient Agar) dan media cair yaitu Nb (Nutrient Brotth). Media padat akan di letakkan di cawan petri dengan satu cawan petri berisikan 15 ml Na yang telah dilarutkan dalam aquadest. Na juga diletakan ke dalam tabung reaksi dengan metode tegak dan miring dan masing-masing jumlahnya adalah 4 metode tegak dan 4 metode miring dengan masing-masing sebanyak 7 ml. Nb di letakkan dalam tabung reaksi sebanyak 9 ml untuk media cair.

Pembuatan Media Na dan Nb untuk teknik spread, streak dan pour
Na mempunyai perbandingan 20 gram dalam 1 liter dibuat 2 sediaan untuk cawan petri dan tabung reaksi. Na pada cawan petri yang dibutuhkan adalah 4 untuk spread, 8 untuk streak dan 2 untuk pour dengan masing-masing sebanyak 15 ml. Untuk tabung reaksi digunakan 4 tabung reaksi agak miring dan 4 tabung reaksi tegak dengan masing-masing sebanyak 7 ml. Na akan membuat 2 sediaan yaitu 200 ml untuk cawan petri dan 50 ml untuk tabung reaksi (untuk spread dan streak) untuk pour kami menggunakan 2 cawan petri yang totalnta 30 ml jadi membuat 50 ml hanya untuk pour. Jadi berdasarkan perbandingannya maka 4 gram Na di larutkan dalam 200 ml aquadest dan untuk 1 gram Na di larutkan dalam 50 ml aquadest. 

Cara pembuatan media Na (media padat) sebagai berikut :
1.      Timbang Na sebanyak 4 gram dan 1 gram, dan 1 gram (pour 50 ml 2 cawan petri)
2.      Untuk 4 gram di tambahkan aquadest sebanyak 200 ml dan untuk 1 gram di tambahkan aquadest sebanyak 50 ml. Aduk ad larut di kerjakan di depan bunsen untuk mencegah agar tidak terkontaminasi oleh bakteri yang dari luar. Menggunakan Erlenmeyer pencampurannya.
3.      Setelah itu dipanaskan hingga warna menjadi kuning cerah.
4.      Di sterilkan dengan menggunakan autoclave dengan suhu 121 derajat celcius dalam waktu kurang lebih 20 menit,  untuk mulut Erlenmeyer ditutup sumbat yang steril (seperti yang di jelaskan di 2.2.1 nomer 6) dan berikan kertas perkamen diatas botol sebagai penutup sumbatnya.
5.      Media didinginkan hingga tidak terlalu dingin agar tidak membeku.
6.      Pipet ukur media yang sudah disterilkan dan di pindahkan ke dalam 4 cawan petri untuk spread dan 8 cawan petri untuk streak (200ml media) masing-masing 15 ml. Sedangkan untuk tabung reaksi yang menggunakan 50 ml untuk 4 tabung reaksi agak miring dan 4 tabung reaksi tegak masing-masing 7 ml. Untuk 1 gram lagi dalam 50 ml digunakan untuk 2 cawan petri yang teknik pour masing-masing 15 ml.
7.      Simpan media di lemari kulkas setelah media beku. Kondisi media telah diberi kertas wrap, dibagian penutupnya.

Nb merupakan media cair yang mempunyai perbandingan 8 gram dalam 1 liter. Kita akan membuat sebanyak 50 ml Nb sehingga perbandngannya adalah menimbang Nb sebanyak 0,4 garm dilarutkan dalam 50 ml aquadest. 

Berikut tata cara yang untuk membuat media cair Nb :
1.      Timbang Nb sebanyak 0,4 gram dan dilarutkan ke dalam aquadest sebanyak 50 ml dalam Erlenmeyer dan aduk ad larut. Kerja di dekat bunsen.
2.      Tidak perlu dipanaskan langsung disterilkan menggunakan autoclave dengan tutup mulut sudah disumbat (cara terletak pada 2.2.1 nomer 6) dengan suhu 121 derajat celcius dalam waktu kurang lebih 20 menit.
3.      Di tunggu hingga hangat kemudian pipet sebanayk 9 ml untuk 4 tabung reaksi sebagai media cair Nb diletakkan ke tabung reaksi dan disumbat lalu ditutup kertas wrap dan disimpan di dalam kulkas setelah dingin.
Untuk catatan pembuatan media tetap dilakukan kerja aseptis agar mencegah terjadinya media yang kontam oleh bakteri yang ada di luar. Prinsip dan tata cara kerja aseptis :
1.      Selalu mengerjakan dengan berada di depan api/ bunsen.
2.      Selalu menutamakan flambir (dilewatkan api) agar bakteri yang ada diluar tidak ikut masuk kedalam media ketika media dibuka atau akan dipergunakan.
3.      Ketika membuka alat harus dengan teliti dan hati-hati jangan langsung dibuka secara blak-blakan agar tidak ada media yang kontam.
4.      Membuat sumbat harus dibasahi alkohol 70 % terebih dahulu agar mencegah bakteri yang masuk dalam media.



BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
            Waktu pelaksanaan praktikum ini adalah tanggal 05 Oktober 2019 pada pukul 08.00 sampai dengan 11.20. Tempat pelaksanaan praktikum ini adalah di Laboratorium Microbiologi Akademi Farmasi Surabaya.
3.2 Bahan dan Alat
            Bahan                          :
            Nutrient Agar, Nutrient Broth
            Alat yang di butuhkan :
            Autoclave, oven, erlenmeyer, gelas ukur, batang pengduk, beakerglass, pipet ukur 10 ml dan 25 ml, cawan petri, plastic wrap, aluminium foil, tabung reaksi dan alat lainnya.
3.3 Metode Pelaksanaan
            3.3.1 Sterilisasi semua alat
            3.3.2 Menyiapkan alat yang dibutuhkan
            3.3.3 Menimbang bahan Na dan Nb sesuai kebutuhan.
            3.3.4 Melarutkan Na dan Nb.
            3.3.5 Sterilisasi Media.
            3.3.6 Pemindahan media ke cawan petri dan tabung reaksi.
            3.3.7 Setelah beku diletakkan ke dalam kuas dan di beri tutup sumbas dan plastic wrap.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
            Pada praktikum ini hal pertama yang dilakukan adalah dengan mensterilkan alat. Berikut akan ditampilkan sterilisasi alat menggunakan oven dan autoclave :
1.      Dibungkus dengan perkamen rangkap 2 seperti kertas kado untuk sterilisasi alat autoclave dan untuk oven dibungkus dengan aluminium foil rangkap 2 juga untuk alat yang mempunyai lubang maka disumbat dengan kapas yang telah di basahi dengan alkohol 70% dan di tutup dengan kassa lalu diikat dengan benang woll dan disumbatkan ke alat yang mempunyai lubang.




Sebetulnya ada pipet ukur yang disterilkan menggunakan alkohol 70% dengan cara direndam selama 1 hari.





2.      Sesudah alat disterilkan alat disimpan di dalam lemari khusus alat dimana bungkus tidak di buka dalam arti lain tetap berada di dalam bungkus alatnya.




            Setelah distrerilkan maka alat dapat digunakan untuk pembuatan media. Media yang digunakan adalah media padat (Na) dan media cair (Nb). 

Berikut pembuatan Na (Nutrient Agar)
Untuk Na dibuat 3 Na antara lain :
1.      4 gram Na dalam 200 ml aquadest untuk 12 cawan petri 8 metode streak. Metode streak adalah digoreskan bakteri dengan bantuan kawat ose seharunya terdapat 3 metode streak yaitu goresan T, goresan kuadran, goresan sinambung, tetapi digunakan 2 metode saja kelompok kami menggunakan metode streak goresan T dan goresan kuadran. Selain streak juga digunakan untuk 4 metode spread. Metode spred adalah metode yang mengembangbiakan bakteri dengan bantuan batang spreader. Cawan petri di isi menggunakan pipet ukur yang sudah steril sebanyak 15 ml per satu cawan petri.
2.      1 gram Na dalam 50 ml aquadest untuk 8 tabung reaksi dimana 4 tabung reaksi media tegak dan 4 tabung reaksi media miring. Masing- masing tabung reaksi sebanyak 7 ml.
3.      1 gram Na dalam 50 ml aquadest untuk media teknik pour dimana bakteri dimasukkan melalui bantuan mikropipet menggunakan bluetip dan yellowtip. 1 cawan petri 15 ml. Membutuhkan 2 cawan petri.

Cara pembuatan Media padat Na :
1. Timbang Na sesuai kebutuhan menimbangnya, di timbangan di neraca analitik dengan menggunakan bantuan kaca arloji dengan kerja aseptis menggunakan bunsen dan alat yang sudah disterilkan.


2. Setelah ditimbang dilarutkan dengan menggunakan aquadest sesuai dengan kebutuhan 4 gram Na dalam 200 ml air dan 1 gram Na dalam 50 ml air di campurkan di Erlenmeyer yang sudah disterilkan, intinya semua alat yang digunakan harus steril dan cara pengerjaannya harus aseptis.


 3. Setelah dilarutkan dengan aquadest lalu di panaskan hingga warna Na menjadi kuning cerah seperti minyak goreng


4. Kemudian di sterilkan di autoclave dengan ditutup mulut Erlenmeyer menggunakan sumbat yang sudah diberi alkohol, kassa dan di ikat menggunakan benang wol. Setelah itu di masukkan ke autoclave dengan suhu 121 derajat celcius dengan tekanan 1 atm dan selama kurang lebih 20 menit.


 5. Setelah disterilkan maka media Na yang sudah steril di diamkan hingga tidak seberapa panas kemudian dituangkan ke dalam cawan petri sebanyak 8 untuk streak, dan 4 untuk spread dan 2 untuk pour dengan isi 15 ml media Na. Dengan bantuan pipet ukur dan beberapa alat yang steril dengan kerja aseptis. Dan untuk tabung reaksi tegak dan miring masing-masing 7 ml sebanyak 4 tabung reaksi


6. Media yang sudah di dalam cawan petri dan tabung reaksi didiamkan hingga beku lalu ditutup dengan palstik wrap dan di masukkan ke dalam kulkas untuk disimpan agar tidak ada yang kontam.


Cara pembuatan media cair Nb :
1. Timbang Nb sesuai kebutuhan menimbangnya, di timbangan di neraca analitik dengan menggunakan bantuan kaca arloji dengan kerja aseptis menggunakan bunsen dan alat yang sudah disterilkan.



2. Setelah ditimbang dilarutkan dengan menggunakan aquadest sesuai dengan kebutuhan 0,4 gram dalam 50 ml aqudest di campurkan di Erlenmeyer yang sudah disterilkan, intinya semua alat yang digunakan harus steril dan cara pengerjaannya harus aseptis.



3. Kemudian di sterilkan di autoclave dengan ditutup mulut Erlenmeyer menggunakan sumbat yang sudah diberi alkohol, kassa dan di ikat menggunakan benang wol. Setelah itu di masukkan ke autoclave dengan suhu 121 derajat celcius dengan tekanan 1 atm dan selama kurang lebih 20 menit. (tanpa adanya pemanasan).



4. Setelah disterilkan maka media Nb dituangkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 7 ml pada masing-masing tabung reaksi (sebanyak 4 tabung reaksi).



5. Media yang sudah di tabung reaksi di diamkan hingga beku lalu ditutup dengan palstik wrap dan sumbat dan di masukkan ke dalam kulkas untuk disimpan agar tidak ada yang kontam.




Setelah pembuatan media maka media yang tidak kontam akan digunakan untuk mengisolasi bakteri (mengembangbiakan bakteri) dan selalu kerja aseptis agar tidak ada kontam dalam media ataupun dalam isolasi bakteri.



Pada cara pembuatan tidak kami tampilkan gambar dikarenakan kerja cepat dan aspetis sehingga peluang untuk mendokumentasikan sangat minim.
Berikut media Na dan Nb yang telah jadi dan siap digunakan untuk isolasi bakteri (tidak kontam)


Media Cair Nb



Media Padat Na



BAB V
KESIMPULAN

Kerja aseptis selalu diperlukan untuk setiap melakukan praktikum microbiologi karena supaya media dan alat yang digunakan untuk pengembangbiakan bakteri atau meneliti bakteri tidak ada yang terkontaminasi dengan bakteri atau kuman yang lain oleh karena itu perlu diadakannya kaerja aseptis.Sterilisasi juga mendukung penting adanya tingkat steril dalam alat atau media sehingga tidak ada yang terkontaminasi oleh karena itu perlu dilakukannya adanya sterilisasi. Pembuatan media juga sangat diperlukan karena untuk mengembangbiakan/ isolasi bakteri sehingga bakteri dapat tumbuh dan di kembangkan kemudian dapat diamati dan diteliti. Oleh karena itu sangat penting dilakukannya pembuatan media.


BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

           Safani, Inry (2017). Laporan Praktikum Pembuatan Media dan Sterilisasi. Dikutip 21 Oktober 2019 dari Laporan Praktikum Pembuatan Media dan Sterilisasi. https://www.academia.edu/32855223/LAPORAN_PRAKTIKUM_PEMBUATAN_MEDIA_DAN_STERILISASI.
              Dahlan, Andi (2016). Laporan Praktikum Pembuatan Media dan Sterilisasi. Dikutip 21 Oktober 2019 dari Laporan Praktikum Pembuatan Media dan Sterilisasi. https://www.academia.edu/25198488/laporan_mikrobiologi_pangan_pembuatan_media_dan_sterilisasi.
              Linge, Doni (2017). Media Biakan. Dikutip 21 Oktober 2019 dari Laporan Praktikum Microbiologi Media Biakan. https://www.academia.edu/33408915/Laporan_Praktikum_Mikrobiologi_MEDIA_BIAKAN?auto=download
               Atmosphere (2017). Laporan Pengantar Laboratorium Medik Pembuatan Media Nutrient Agar dan Saboraud Dextrose Agar. Dikutip 21 Oktober 2019 dari Laporan Pengantar Laboratorium Medik Pembuatan Media Nutrient Agar dan Saboraud Dextrose Agar. https://atlmkes.wordpress.com/2017/02/11/laporan-pengantar-laboratorium-medik-pembuatan-media-nutrient-agar-dan-saboraud-dextrose-agar/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar